Produk Balitbang 2009

Tahun Anggaran 2009 Balitbang telah melaksanakan kegiatan penelitian serta telah menghasilkan produk Buku Hasil Akhir Penelitian sebagai berikut :

 
No
Kegiatan
Pelaksana
 Rekomendasi
1
Manfaat dan Dampak Diklatpim II, III dan IV bagi peningkaan kompetensi aparatur dan kinerja Satuan Perangkat Daerah Kabupaten Malang
CV. Mega Tama
·        Materi Diklatpim mengacu pada standar kompetensi jabatan.
·        Penyusunan dan pengembangan materi Diklatpim II dilakukan dengan melibatkan pengguna lulusan, penyelenggara Diklat, peserta dan alumni Diklat, serta unsur ahli lain.
·        Menyusun perencanaan program (buku pedoman) terkait dengan materi, instruktur, sarana prasarana, metode pembelajaran yang komprehensif, integrated, dan berbasis kinerja.
·        Perubahan paradigma para instruktur Diklatpim II, dimana meninggalkan paradigma pembangunan sebagai pijakan pemerintah untuk beralih kepada paradigma pelayanan, pemberdayaanmasyarakat, dan kewirausahaan.
·        Instruktur Diklatpim II dituntut memiliki profesionalisme, memiliki wawasan global, dan mampu berperan sebagai unsur perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia.
·        Instruktur Diklatpim II harus menjadi mediator pelayan masyarakat, sebagai stabilisator, dan menjadi inovator serta kreator.
·        Model pembelajaran yang dapat  menguraikan perkembangan teori organisasi yang mempengaruhi paradigma manajemen  pemerintahan dan pengambilan keputusan stratejik.
·        Kompetensi yang berkaitan dengan strategic thingking, artinya kompetensi untuk memahami kecenderungan perubahan lingkungan yang begitu cepat, melihat peluang pasar, ancaman, kekuatan dan kelemahan organisasi agar dapat mengidentifikasikan “strategic response” secara optimum.
·        Kompetensi yang berkaitan dengan change leadership management, artinya kompetensi untuk mengkomunikasikan visi dan strategi organisasi dan dapat mentransformasikan kepada pegawai.
·        Penerapan Total Quality Management, yang berisi tiga komponen utama, yaitu penetapan standar kualitas (quality standart), pelaksanaan jaminan kualitas (quality assurance), dan pelaksanaan kontrol kualitas (quality control).
·       Optimlisasi collective control terhadap kompetensi agar terbangun suatu sistem yang built-in menggerakkan proses kearah penyempurnaan yang terus-menerus mengakomodasi kepentingan semua pihak. 
·       Pendidikan dan Pelatihan berbasis pada Kompetensi (competency-based education and or training) merupakan salah satu pendekatan dalam pengembangan SDM yang berfokus pada hasil akhir (outcome).
·       Diperhatikan faktor yang dapat berpengaruh pada hasil akhir Pendidikan dan Pelatihan, antara lain: (1) keselarasan tujuan program dengan kebutuhan dan kebijakan organisasi, (2) dukungan dan anggaran dari manajemen; kurikulum, (3) peserta didik dan latih, (4) instruktur, (5) metode dan teknik penyampaian, (6) sarana dan prasarana, manajemen dan administrasi, (6) litbang, (7) sosialisasi program dan evaluasi program.
·       Merumuskan strategi kompetensi lembaga diklat dengan menggunakan pendekatan input-proses-output sebagai basis utama, dengan memperhatikan budaya kerja, alat kerj, motivasi, bakat, dan kesejahteraan.
·       Mengembangkan Sistem Informasi Diklat Aparatur (SIDA) yang dapat diakses oleh siapa saja melalui situs internet dalam menyiapkan profesionalisasi aparatur publik di era globalisasi.
·       Pendidikan dan Pelatihan berbasis pada Kompetensi (competency-based education and or training) merupakan salah satu pendekatan dalam pengembangan SDM yang berfokus pada hasil akhir (outcome).
·       Diperhatikan faktor yang dapat berpengaruh pada hasil akhir Pendidikan dan Pelatihan, antara lain: (1) keselarasan tujuan program dengan kebutuhan dan kebijakan organisasi, (2) dukungan dan anggaran dari manajemen; kurikulum, (3) peserta didik dan latih, (4) instruktur, (5) metode dan teknik penyampaian, (6) sarana dan prasarana, manajemen dan administrasi, (6) litbang, (7) sosialisasi program dan evaluasi program.
·       Merumuskan strategi kompetensi lembaga diklat dengan menggunakan pendekatan input-proses-output sebagai basis utama, dengan memperhatikan budaya kerja, alat kerj, motivasi, bakat, dan kesejahteraan.
·      Mengembangkan Sistem Informasi Diklat Aparatur (SIDA) yang dapat diakses oleh siapa saja melalui situs internet dalam menyiapkan profesionalisasi aparatur publik di era globalisasi.
 
2
Studi Dampak Ekonomi Pengembangan Bandara Abdulrahman Saleh sebagai Bandara SIpil
CV. Fajar Indotama
1.         Berkenaan dengan keberadaan lokasi Kecamatan Singosari yang seakan-akan terlepas dari kesatuan SWP Malang utara –timur, padahal potensi Singosari sebagai koridor mobilitas masuk Kabupaten Malang dari arah utara serta besarnya potensi ekonominya, perlu direncanakan program jalan by-pass dari dengkol ke arah Pakis, dimana bila hal itu dilaksanakan akan meningkatkan aksesibilitas ke arah Bandara Abdurachman Saleh dan kecamatan lain di SWP Malang Utara-Timur;
2.         Untuk wilayah kecamatan Pakis, perlu rencana pengembangan kawasan Wisata Wendit dan blok Bisnis di BWK B Kecamatan Pakis, yang berfungsi sebagai koridor terhadap keberadaan Bandara Abdurachman Saleh dan display area bagi produk andalan daerah Kabupaten Malang;
3.         pengembangan sentra komoditi lokal (agro bisnis) dan kawasan wisata unggulan bagi wilayah Kecamatan Poncokusumo. Sebagai daerah pengganti ikon agrowisata Kota Batu, Poncokusumo perlu penambahan fasilitas infrastruktur yang lebih lengkap dan yang mempunyai keterkaitan dekat dengan sektor unggulan kecamatan adalah fasilitas sentra komoditi lokal dan kawasan wisata unggulan;
4.         Berdasarkan nilai tingkat aksesibilitas yang terendah dari 5 kecamatan di SWP Malang Utara-Timur, untuk wilayah kecamatan Jabung perlu direncanakan program jaringan jalan antar daerah pusat pengembangan (DPP) yang meningkatkan koneksitas antar desa dalam satu kecamatan.
5.         Untuk wilayah kecamatan Tumpang, perlu percepatan rencana pengembangan kawasan unggulan terpadu Taman Burung dan Vulcano Park di Jeru, serta rencana pasar terpadu produk lokal yang akan meningkatkan fungsi distribusi pemasaran produk andalan ke dareah lain. Program-program tersebut selain akan meningkatkan jumlah objek wisata ke daerah Malang timur yang menyatu dengan kawasan Bromo-Poncokusumo, juga akan menggerakkan sektoral di Kecamatan Tumpang.
6.         Selain pertimbangan aspek keuangan daerah, dalam mengoptimalkan fungsi ruas jalan baru akses masuk ke Bandara Abdurachman Saleh sebagai koridor Kabupaten Malang, perlu pengelolaan iklan yang mengedepankan promosi sektor-sektor unggulan daerah Kabupaten Malang.
7.         Dalam rangka mengantisipasi kenaikan jumlah penumpang perlu dilakukan kajian pengembangan angkutan mini-bus shuttle yang menghubungkan bandara dengan daerah Kabupaten Malang (Kepanjen), Kota Malang, dan Kota Batu. Sedangkan untuk meningkat kan pelayanan, perlu memperpanjang runway, memperluas apron, dan penambahan fasilitas terminal penumpang.
 
3
Penelitian kurang minatnya generasi muda terhadap kesenian daerah di wilayah Kabupaten Malang
CV. Inspirasi Raya
1.     Pemerintah Kabupaten Malang melaksanakan festival kesenian daerah khas Malangan
Untuk peningkatan partisipasi masyarakat terhadap kesenian daerah, maka Pemerintah Kabupaten Malang bisa festival kesenian daerah secara rutin riap tahun dan memberikan penghargaan.hal ini di harapkan dapat menimbulkan semangat pelaku seni yang ada di Kabupaten Malang serta dapat menimbulkan rasa memiliki terhadap kesenian daerah khas Kabupaten Malang.
2.       Kebijakan penerapan kurikulum muatan lokal kesenian daerah untuk Sekolah dasar dan menengah di Kabupaten Malang.
Untuk terus menggalang minat generasi muda terhadap kesenian daerah di Kabupaten Malang, maka perlu kiranya pemerintah kabupaten Malang melalui dinas pendidikan menerapkan berlakunya kurikulum muatan lokal kesenian daerah pada seluruh sekolah dasar dan sekolah menengah di Kabupaten Malang, diharapkan sejak dini generasi muda di Kabupaten Malang mengenal dan kemudian peduli pada kelestarian kesenian daerah.
 
3.       Kebijakan Pembuatan Peraturan Daerah terkait dengan Pelestarian Kesenian Daerah.
Pemerintahan Kabupaten Malang perlu membuat payung hukum dengan menerbitkan peraturan daerah terkait dengan Pelestarian Kesenian Daerah.
 
4.   Mendaftarkan hak paten kesenian daerah Kabupaten Malang
Pemerintah Kabupaten Malang perlu mendaftarkan hak paten kesenian daerah kabupaten Malang, khususnya yang memiliki kekhasan malangan, seperti topeng malangan. Diharapkan kesenian daerah khas malangan tidak diklaim oleh daerah atau negara lain.
 
5.  Membangun Gedung untuk Pusat Pengembangan Kesenian Daerah.
Pemerintah kabupaten Malang perlu membangun gedung khusus untuk pusat pengembangan kesenian daerah, gedung ini bisa difungsikan untuk penyelenggaraan festival dan pagelaran kesenian daerah. Mungkin bisa seperti gedung kesenian Cak Durasim di Surabaya.
 
6.       Penelitian lanjutan terkait dengan model pengembangan kesenian daerah Tari dan Wayang Topeng Malangan.
Pemerintah Kabupaten Malang melalui Balitbang dapat mengadakan penelitian lanjutan, terkait dengan bagaimana model pengembangan kesenian daerah Tari dan Wayang Topeng Malangan. Diharapkan penelitian lanjutan ini bisa menelorkan desain atau model pengembangan Tari dan Wayang Topeng Malangan.

 
 
4
Penelitian Peningkatan Partisipasi Pelaku Usaha Dalam Melestarikan Lingkungan Hidup
CV. Asmat
 
1.       Perlu sinkronisasi dan persamaan persepsi mengenai peraturan perundang-undangan.
2.       Perlu adanya sosialisasi peraturan terkait dengan masalah peraturan dan perundang-undangan lingkungan hidup.
3.       Dalam rangka penegakan hukum masalah lingkungan perlu adanya Punishment dan Reward bagi perusahaan.
4.       Perlu adanya koordinasi yang baik diantara masing-masing SKPD terutama terkait dengan masalah peraturan dan pemberian ijin yang ada di Kabupaten Malang sehingga tidak terjadi tumpang tindih diantara masing-masing SKPD.
5.       Masalah Galian C di wilayah Kabupaten Malang sangat diperlukan penanganan yang serius dimana saat ini sudah mencapai kritis.
6.       Bahan buangan yang beracun perlu pengolahan (treatment) terlebih dahulu sebelum dibuang ke perairan, dan perairan tempat pembuangan harus mempunyai kondisi oseanografi yang memadai. Industri-industri yang mutlak harus didirikan di wilayah sekitar sungai wajib memproses bahan-bahan buangan untuk keperluan lain, sehingga dengan demikian dampak terhadap lingkungan dapat dibatasi.
7.       Perlunya ketegasan pemerintah dalam menangani kasus pencemaran Lingkungan Hidup. Apabila upaya admisnitratif diberikan kepada perusahaan yang membuah limbah yg tidak efektif sebaiknya diberikan sanksi pidana agar memberikan efek jera kepada pelakunya.
8.       Di samping kelembagaan pemerintah, peran kelembagaan legislatif, masyarakat/LSM, serta dunia usaha adalah penting dan harus terlibat dalam pengelolaan, utamanya pada tataran perencanaan dan monitoring/evaluasi. Dengan demikian akan tercipta suatu pengelolaan terpadu yang melibatkan pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang menuju ke arah pembangunan berkelanjutan.
9.       Dalam menangani kasus Lingkungan Hidup upaya yang lebih bijak adalah upaya preventif dengan melakukan pengawasan terhadap kegiatan ekonomi yang mungkin berdampak buruk terhadap Lingkungan Hidup. Lebih baik mencegah daripada mengobati.
 
Selain rekomendasi diatas dalam penelitian ini memberikan masukan pada Pemerintah yang terkait dengan rancangan peraturan pemerintah tentang tanggung jawab sosial dan lingkungan sebagai berikut :
 
1.       Pemberlakuan kewajiban tanggung jawab sosial dan lingkungan harus diterapkan secara bijaksana dengan memperhatikan kemampuan perusahaan, misalnya bagi perusahaan yang baru berdiri atau yang masih merugi.
2.       Tanggung jawab sosial dan lingkungan dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang mengatur bidang usaha masing-masing.
3.       Perseroan menganggarkan pembiayaan kegiatan tanggung jawab sosial dan lingkungan dan melaksanakannya sesuai dengan kemampuan perusahaan.
4.       Perseroan wajib melaporkan pelasanaan kegiatan tanggung jawab sosial dan lingkungan dalam laporan tahunan perseroan bagi perusahaan terbuka dan laporan manajemen perseroan bagi perusahaan tertutup.
 
 
 

 


Last Update:21-03-2011 09:39